Taking money out of wallet, Swiss francs, Financial and economic concept, Household situation, inflation and price increase in Switzerland

Pasangan USD/CHF kembali menguat pada perdagangan Rabu (23/9) setelah mengalami pelemahan selama empat sesi berturut-turut. Pergerakan dolar terhadap franc Swiss mendapat dukungan dari prospek kebijakan moneter The Fed yang masih cenderung hawkish, dengan pasar menilai bank sentral AS masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga tambahan tahun ini.

Penguatan dolar terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% pada pertemuan terakhirnya. Sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih diperlukan untuk memastikan inflasi kembali menuju target 2%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 89%.

Investor kini menunggu rilis data awal PMI Amerika Serikat yang dapat memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi dan menjadi pertimbangan bagi arah kebijakan The Fed selanjutnya. Data ekonomi yang lebih kuat berpotensi memperkuat ekspektasi pengetatan moneter dan memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS.

Dari Swiss, data ekonomi menunjukkan surplus transaksi berjalan meningkat signifikan menjadi CHF 23,7 miliar pada kuartal kedua 2026, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi surplus terbesar sejak kuartal pertama 2025 dan mencerminkan kondisi eksternal ekonomi Swiss yang masih kuat.

Namun, prospek kebijakan Swiss National Bank (SNB) masih cenderung dovish. Pasar memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga acuan di level 0% pada pertemuan kebijakan berikutnya. Survei Swiss Bankers Association juga menunjukkan seluruh responden memperkirakan bank sentral Swiss akan mempertahankan suku bunga rendah hingga akhir tahun. (asd)

Sumber: Newsmaker.id