EUR/USD kembali terkoreksi pada Jumat (30/10) setelah gagal mempertahankan penguatan di atas level 1,1215. Meski masih menguat tipis, pasangan ini menghadapi tekanan karena dolar AS mulai pulih dari pelemahan sebelumnya. DXY berada di sekitar 101,72, setelah sempat menyentuh level terendah 101,59.
Tekanan terhadap euro muncul setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih kuat dari perkiraan. GDP AS kuartal III tumbuh 3,4% secara tahunan, melampaui ekspektasi 3,2%, dengan konsumsi rumah tangga dan investasi bisnis, khususnya sektor teknologi informasi, menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Di sisi inflasi, core PCE AS meningkat 3,1% secara tahunan, naik dari 3% pada Agustus dan tetap berada di atas target inflasi The Fed. Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang solid dan tekanan inflasi yang persisten memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga pada Desember.
Dari Eropa, perhatian investor tertuju pada data HICP Jerman untuk Oktober. Inflasi utama diperkirakan melambat menjadi 3,1% secara tahunan dari 3,3% pada September. Data tersebut akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan European Central Bank (ECB).
Analisis Newsmaker: Fundamental jangka pendek masih cenderung mendukung dolar karena ekonomi AS tumbuh kuat sementara inflasi tetap tinggi. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bertahan, EUR/USD berpotensi menghadapi tekanan. Sebaliknya, kejutan inflasi Jerman yang lebih tinggi dapat memberikan ruang bagi euro untuk menguat kembali. (srh)
Sumber: Newsmaker.id
