Minyak Turun, Talks AS–Iran Dibahas
Harga Minyak melemah pada Selasa (14/4) setelah muncul sinyal Washington dan Teheran membuka peluang perundingan lanjutan, meredam sebagian premi risiko meski blokade AS di kawasan Selat Hormuz tetap berlangsung. Brent turun di bawah US$99/barel, sementara WTI berada di sekitar US$98/barel.
Sumber yang mengetahui pembahasan mengatakan kedua pihak mendiskusikan putaran negosiasi tatap muka baru untuk gencatan senjata jangka panjang. Targetnya digelar sebelum jeda permusuhan dua pekan yang diumumkan 7 April berakhir. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran “menghubungi” dan “ingin membuat kesepakatan,” sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran siap melanjutkan pembicaraan damai dalam kerangka hukum internasional.
Namun Pasar tetap menimbang risiko pasokan. Konflik AS–Israel–Iran yang memasuki pekan ketujuh telah memicu guncangan suplai ketika infrastruktur energi terdampak dan arus Hormuz tersendat. AS menaikkan tekanan dengan blokade kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran di Teluk Persia, menambah ketidakpastian arus fisik.
Di sisi operasional, data pelacakan menunjukkan sebuah tanker yang terkena sanksi AS dan dikaitkan dengan China, Rich Starry, melintas di selat pada Selasa, menjadi ujian bagi sikap baru AS. Namun belum jelas apakah kapal tersebut singgah di pelabuhan Iran atau membawa kargo. Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan Arab Saudi mendorong AS untuk menghentikan blokade dan kembali ke meja negosiasi, di tengah kekhawatiran langkah Trump dapat memicu Iran mengganggu rute pengiriman penting lainnya.
Analis menilai harapan pembicaraan akan membatasi kenaikan headline futures, tetapi tekanan Pasar fisik masih ketat selama arus Hormuz tetap terkendala. Robert Rennie (Westpac) mengatakan sinyal diplomatik bisa menahan Brent dan WTI di sekitar atau di bawah US$100, namun “squeeze” suplai yang mendasari tetap intensif sehingga harga bahan bakar riil berpotensi tetap tertekan. Di AS, biaya ritel bensin dan diesel disebut naik ke level tertinggi sejak 2022, sementara harga jet fuel dan diesel di Eropa melonjak ke rekor atau mendekati rekor di atas US$200/barel.
Wakil Presiden AS JD Vance mengakui kenaikan harga bensin menekan konsumen AS, namun menilai blokade meningkatkan leverage Washington dalam negosiasi dan menyatakan AS “bisa mulai menurunkan intensitas.” Lalu lintas kapal melalui Hormuz kembali turun pada Senin setelah sempat naik pada Minggu, meski tiga tanker tercatat berhasil melintas. Pasar menanti rilis Oil Market Report IEA dan pembaruan proyeksi IMF yang diperkirakan menurunkan outlook akibat perang, sebagai pembacaan baru dampak ke suplai-permintaan dan pertumbuhan global.
5 Poin Inti :
– Minyak melemah: Brent < US$99, WTI - US$98 di tengah harapan talks AS–Iran.
- AS–Iran disebut bahas negosiasi baru sebelum ceasefire 2 pekan (7 April) berakhir.
- Blokade AS atas kapal ke/dari pelabuhan Iran menjaga risiko pasokan dan ketidakpastian Hormuz.
- Tekanan fisik masih terasa: bensin/diesel AS tertinggi sejak 2022; diesel/jet fuel Eropa > US$200/barel.
– Pasar menanti IEA OMR dan revisi proyeksi IMF untuk petunjuk dampak ke suplai dan produksi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.