Yen Menguat, Risiko Hormuz Tahan Keyakinan Pasar

USD/JPY melanjutkan koreksi dari area 159,85 dan bergerak turun pada sesi Asia Selasa (14/04), dengan harga merosot ke sekitar 159,00. Meski begitu, ruang penurunan dinilai terbatas karena Pasar menerima sinyal fundamental yang campuran.
Tekanan pada mata uang ini utamanya datang dari pelemahan Dolar AS, seiring investor kembali memegang harapan bahwa jalur diplomasi AS–Iran belum tertutup meski pembicaraan akhir pekan gagal menghasilkan terobosan. Komentar Wakil Presiden AS JD Vance yang menyebut ada “kemajuan berarti” turut menopang sentimen de-eskalasi, mengurangi dukungan safe haven bagi Dolar dan menekan USD/JPY.
Dolar juga dibebani ketidakpastian arah suku bunga Federal Reserve. Data inflasi AS pada Jumat disebut melonjak paling tinggi dalam hampir empat tahun, memicu pergeseran fokus ke peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Namun, pelaku Pasar belum sepenuhnya melepas taruhan pemangkasan, terutama ketika muncul tanda-tanda tensi geopolitik berpotensi mereda.
Di sisi yen, Penguatan JPY cenderung tidak agresif karena kekhawatiran ekonomi Jepang terhadap guncangan energi eksternal, menyusul instabilitas Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan blokade Angkatan Laut AS di jalur strategis tersebut telah dimulai dan mengancam akan menghancurkan kapal perang Iran yang mendekat, sementara Iran merespons dengan ancaman terhadap pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Ketergantungan Jepang pada impor Minyak dari Timur Tengah membuat ketidakpastian ini menjaga kekhawatiran bahwa ekonomi dapat tertekan dalam waktu dekat, sehingga menahan minat beli yen yang lebih kuat. Pada saat yang sama, spekulasi bahwa otoritas Jepang bisa turun tangan untuk menahan pelemahan JPY berpotensi membatasi pergerakan USD/JPY, menjaga Pasar tetap sensitif terhadap perkembangan headline geopolitik dan ekspektasi kebijakan bank sentral. (asd)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.