Risiko Inflasi Kembali Perkuat Dolar AS
Newsmaker.id – Dolar Amerika Serikat menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada perdagangan Senin (13/7), setelah serangan baru di Timur Tengah dan klaim penutupan Selat Hormuz meningkatkan permintaan terhadap aset aman. Dolar naik 0,1% terhadap yen menjadi 161,92, sedangkan indeks Dolar bertahan di sekitar level 101,07.
Euro melemah 0,1% menjadi US$1,1403, sementara pound sterling turun 0,1% ke US$1,3383. Dolar Australia dan Dolar Selandia Baru juga masing-masing melemah sekitar 0,1% ketika investor mengurangi eksposur terhadap mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko global.
Penguatan Dolar terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran kembali bertukar serangan rudal serta drone. Iran kemudian menyatakan Selat Hormuz ditutup, mendorong Minyak Brent naik sekitar 3,3% menjadi US$78,49 per barel. Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi global akan kembali naik dan memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 52,1% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga BI setidaknya dua kali hingga pertemuan Desember, meningkat dari 47,6% pada Jumat lalu. Investor selanjutnya menantikan data inflasi CPI dan PPI Amerika Serikat serta kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya.
Dampak terhadap Market :
Dolar AS: Berpeluang tetap menguat apabila harga Minyak naik, konflik meluas, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin tinggi.
Euro dan pound: Berisiko melemah karena Penguatan Dolar serta kekhawatiran bahwa kenaikan energi akan menekan pertumbuhan ekonomi Eropa dan Inggris.
Yen Jepang: Tetap rentan melemah karena Jepang sangat bergantung pada impor energi, meskipun status yen sebagai aset aman dapat membatasi tekanan.
Emas: Berpotensi tertekan oleh Penguatan Dolar dan kenaikan yield, walaupun eskalasi konflik dapat kembali mendorong permintaan aset aman.
Pasar saham: Bursa global berisiko tertekan karena kombinasi kenaikan harga energi, inflasi, dan kemungkinan suku bunga tinggi lebih lama.(CP)
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.