Dolar Goyah, Pasar Waspada CPI
Dolar AS tergelincir pada perdagangan Eropa hari Senin (13/7) setelah sebelumnya sempat menguat di awal sesi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Investor masih mencermati konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi Penguatan awal Dolar mulai memudar seiring Pasar menunggu data inflasi AS dan arah kebijakan The Fed.
Euro menguat 0,15% ke level US$1,1433, sementara poundsterling bergerak stabil di sekitar US$1,339. Dolar Australia turun tipis 0,1% ke US$0,694. Indeks Dolar AS, yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, sempat naik hingga 0,3%, tetapi terakhir berbalik melemah 0,2% ke level 100,83.
Sentimen Pasar masih dipengaruhi oleh serangan rudal dan drone antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan. Iran disebut menargetkan fasilitas AS di sejumlah negara Teluk dan kembali menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup. Situasi ini membuat harga Minyak sempat naik dan kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.
Pelaku Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 50% bahwa The Fed akan menaikkan Kebijakan suku bunga dua kali atau lebih hingga pertemuan Desember. Fokus utama pekan ini tertuju pada rilis data CPI AS pada Selasa, data PPI pada hari berikutnya, serta testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan DPR dan Senat AS.
Sementara itu, yen Jepang kembali melemah terhadap Dolar AS. USD/JPY naik 0,2% ke level 162,05, membuat pelaku Pasar kembali waspada terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang. Yen masih berada di sekitar level terlemah dalam 40 tahun, sehingga tekanan terhadap mata uang Jepang belum mereda.
Pelemahan yen terjadi setelah laporan Reuters menyebutkan bahwa Pemerintah Jepang belum memiliki rencana segera untuk mengubah alokasi aset dana pensiun negara. Sebelumnya, yen sempat menguat setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan Pemerintah akan mendorong dana pensiun, termasuk GPIF, untuk lebih banyak berinvestasi di aset keuangan domestik. Namun, sumber Pemerintah menyebut rencana tersebut belum akan langsung mengubah target jangka menengah GPIF.
Dampaknya ke market, Dolar AS masih berpotensi bergerak volatil karena Pasar menunggu data inflasi dan sinyal The Fed. Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, Dolar bisa kembali menguat karena peluang kenaikan suku bunga meningkat. Sementara itu, yen masih rawan tertekan selama belum ada langkah nyata dari Pemerintah Jepang atau Bank of Japan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.