Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kembali dibuka melemah pada perdagangan Selasa (19/9/2023), karena investor masih menantikan keputusan suku bunga terbaru dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dibuka turun 0,18% ke posisi 34.562,121, S&P 500 melemah 0,22% ke 4.443,62, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,41% menjadi 13.654.

Namun, prospek berakhirnya era suku bunga tinggi di The Fed masih belum jelas seiring melonjaknya kembali inflasi AS periode Agustus 2023.

Inflasi AS diperkirakan masih sulit turun ke depan karena lonjakan harga minyak. AS adalah konsumen terbesar minyak di dunia sehingga pergerakan harga minyak akan sangat berdampak kepada ekonomi AS.

Pada pagi hari ini waktu AS atau malam waktu Indonesia, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent kembali menguat.

Harga minyak WTI melonjak 2,1% ke posisi US$ 93,4 per barel. Sedangkan harga minyak Brent melesat 1,31% menjadi US$ 95,67 per barel.

Harga minyak kembali melonjak, menandakan kenaikan sesi keempat berturut-turut karena lemahnya produksi minyak serpih AS, menambah kekhawatiran pasokan dari pengurangan produksi yang berkepanjangan oleh Arab Saudi dan Rusia.

Sumber : CNBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *