Risk-On Global, Perak Kena Tekan

Harga Perak (XAG/USD) kembali melemah di sesi Asia pada hari Selasa, terjadi di sekitar $46,80 per troy ounce setelah sempat turun hampir 3,8% di sesi sebelumnya. Ini jadi hari ketiga berturut-turut Perak berada di tekanan jual. Penyebab utamanya: Pasar global lagi masuk mode “risk-on” karena optimisme kesepakatan dagang AS–Tiongkok. Ketika investor merasa hubungan dua ekonomi terbesar dunia akan adem, kebutuhan membuat lari ke aset aman seperti Perak menurun.
Para pejabat senior AS dan Tiongkok akhir pekan lalu mengatakan mereka sudah menyusun kerangka awal kesepakatan, termasuk soal Tarif dan kontrol ekspor. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan ancaman Tarif 100% dari Trump pada barang-barang Tiongkok “praktis sudah tidak berlaku,” dan Tiongkok setuju untuk menunda kontrol ekspor rare earth selama satu tahun sambil meninjau ulang kebijakannya. Sentimen positif ini membuat Pasar membaca: risiko eskalasi perdagangan turun, prospek permintaan stabil global, jadi investor lebih berani mengambil risiko di Bursa Efek dan komoditas siklikal — bukan di safe haven macam silver.
Meski begitu, ada batas bawah yang menahan kejatuhan Perak terlalu jauh. Pelaku Pasar hampir yakin Federal Reserve akan memangkas suku bunga lagi sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, yang akan menurunkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Proabilitas pemangkasan ini bahkan sudah dihargakan Pasar hampir mendekati pasti, termasuk peluang pemotongan lanjutan di bulan Desember. suku bunga yang lebih rendah biasanya positif untuk logam mulia seperti Perak karena Perak tidak memberikan bunga — jadi “biaya peluang” memegang Perak jadi lebih kecil kalau imbal hasil Dolar ikut turun.
Tapi gambarnya tidak sepenuhnya rapi. Shutdown Pemerintah AS ikut menambah ancaman terhadap kebijakan The Fed. Di internal Fed sendiri masih ada perdebatan: apakah mereka harus cepat turunkan suku bunga untuk melindungi Pasar tenaga kerja yang mulai melemah, atau tahan dulu karena inflasi AS masih di atas target 2%. Buat Perak, artinya begini: jangka pendek sentimen damai dagang bikin harga ditekan ke area $46-an, tapi ke depan, nada The Fed akan jadi kunci apakah Perak bisa mantul lagi atau lebih lanjut diseret turun.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.