Perak di tutup di level $33.679 pada perdagangan senin (29/10) dan di buka di level $33.479 pada pagi ini.
Namun logam silver ini mengalami kesulitan untuk melanjutkan kenaikannya di tengah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun yang tinggi. Meredanya risiko geopolitik di Timur Tengah juga menekan logam mulia karena serangan balasan Israel terhadap Iran selama akhir pekan tidak menargetkan fasilitas minyak mentah atau nuklir.
Sementara itu, investor masih menantikan pertemuan Kongres Rakyat Nasional yang dijadwalkan pada 4-8 November untuk pengumuman potensial tentang utang dan tindakan fiskal lainnya dari Beijing.