Saham Asia merangkak naik dengan hati-hati pada hari Senin (26/8), sementara dolar dan imbal hasil obligasi menurun menjelang data inflasi yang diharapkan investor akan membuka jalan bagi penurunan suku bunga di Amerika Serikat dan Eropa.

Harga minyak naik 0,7% setelah Israel dan Hizabullah saling serang dengan roket dan serangan udara pada hari Minggu, yang memicu kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan pasokan jika konflik meningkat.

Brent naik 51 sen menjadi $79,53 per barel, sementara minyak mentah AS naik 50 sen menjadi $75,33 per barel.

Investor juga dengan cemas menunggu laba dari perusahaan AI kesayangan Nvidia pada hari Rabu untuk melihat apakah perusahaan itu dapat memenuhi ekspektasi pasar yang sangat tinggi.

Saham tersebut naik sekitar 150% tahun ini, yang mencakup sekitar seperempat dari kenaikan S&P 500 sebesar 17% tahun ini. Artinya Nvidia harus melaporkan penjualan sebesar $30 miliar atau lebih dan proyeksi untuk Q3 sebesar $33 miliar atau lebih, imbuhnya.

Senin pagi, indeks berjangka S&P 500 dan indeks berjangka Nasdaq turun 0,1%.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4%, setelah naik 1,1% minggu lalu, sementara Korea Selatan naik 0,3%. (knc)

Sumber : Reuters