Harga minyak masih bergerak kuat pada perdagangan Senin (7/9), ditopang meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah. Brent berada di sekitar US$96,8 per barel, sementara WTI mendekati US$92,1, setelah serangkaian serangan balasan AS–Iran menyasar kapal di sekitar Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran melalui jalur tersebut juga menurun, sehingga pasar memasukkan premi risiko yang lebih tinggi ke harga minyak.

Dukungan tambahan datang dari keputusan OPEC+ mempertahankan kebijakan produksi Oktober tanpa perubahan, sehingga belum ada tambahan pasokan besar untuk meredam kenaikan harga. Selama ketegangan di Hormuz belum mereda dan arus pengiriman minyak masih terganggu, bias minyak tetap cenderung bullish. Namun, ruang kenaikan bisa tertahan jika muncul perkembangan diplomatik atau tanda bahwa jalur distribusi mulai kembali normal.(mrv)*

Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $97.03

  • Buy jika harga bergerak ke $97.08
  • Sell jika harga bergerak ke $96.98

Resisten 2: $97.65

Resisten 1: $97.30

Support 1: $96.25

Support 2: $95.90

Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Sumber: Newsmaker.id