Emas Diuji Data AS dan Konflik Timur Tengah
Harga emas masih menghadapi tekanan fundamental setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Non-Farm Payrolls Agustus bertambah 162.000 pekerjaan, jauh melampaui konsensus sekitar 56.000, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga pada September. Peluang kenaikan suku bunga kembali meningkat menjadi sekitar 58%, mendorong dolar AS dan imbal hasil obligasi lebih kuat serta mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Kondisi tersebut membuat XAU/USD turun ke sekitar US$4.400 per troy ounce pada perdagangan Senin.
Di sisi lain, tekanan terhadap emas berpotensi tertahan oleh meningkatnya risiko geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melakukan serangan balasan terhadap kapal-kapal di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik dapat meningkatkan permintaan safe haven, tetapi lonjakan harga minyak akibat ketegangan tersebut juga berisiko memperbesar tekanan inflasi dan memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Karena itu, arah emas berikutnya akan sangat bergantung pada data PPI dan CPI AS pekan ini. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi kembali menekan emas, sementara data inflasi yang lebih lunak dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan membuka peluang rebound bagi logam mulia.(mrv)
Harga emas pada saat analisis ini dirilis: $4.405
- Buy jika harga bergerak ke $410
- Sell jika harga bergerak ke $4.400
Resisten 2: $4.457
Resisten 1: $4.433
Support 1: $4.387
Support 2: $4.365
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id