Dolar Menuju Pelemahan Mingguan, Buyback Treasury Tekan Greenback
Dolar AS bergerak di sekitar 98,8 pada perdagangan Jumat (21/08) dan berada di jalur mencatat penurunan hampir 1% sepanjang pekan. Tekanan terhadap greenback meningkat setelah rencana buyback Obligasi Pemerintah AS memicu volatilitas besar di Pasar Treasury dan mendorong investor beralih ke Emas serta mata uang utama lainnya.
Dollar Index sempat jatuh tajam pada Rabu setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali utang Pemerintah untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang. Kebijakan tersebut awalnya mendorong harga Treasury naik dan yield turun, sehingga mengurangi daya tarik Dolar.
Namun, yield jangka panjang kembali meningkat sehari setelah pengumuman tersebut. Rebound ini menunjukkan Pasar masih meragukan apakah buyback mampu menjadi solusi permanen untuk mengatasi tekanan di Pasar Obligasi AS, terutama di tengah besarnya kebutuhan pembiayaan Pemerintah.
Kekhawatiran utama tetap tertuju pada meningkatnya utang Pemerintah AS. Investor semakin mencermati risiko fiskal karena besarnya defisit dan biaya pembayaran bunga dapat membuat aset berbasis Dolar menjadi kurang menarik, sekaligus memperkuat narasi debasement trade.
Di sisi lain, harga Minyak yang tetap tinggi turut meningkatkan risiko inflasi. Washington tengah mempersiapkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan energi masih kuat. Jika harga Minyak terus naik, tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat dan membuat arah kebijakan Federal Reserve semakin sulit diprediksi.
Analisis Newsmaker: bias Dolar masih cenderung bearish secara mingguan selama DXY bertahan di bawah area 99,00 dan Pasar terus mempertanyakan kondisi fiskal AS. Namun, kenaikan kembali yield Treasury dan risiko inflasi dari Minyak dapat membatasi pelemahan greenback. Jika yield kembali naik tajam, Dolar masih berpeluang melakukan rebound meskipun secara keseluruhan pekan ini tetap berada di bawah tekanan.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.