Euro Tertahan, Lonjakan Minyak Kembali Angkat Dolar
EUR/USD bergerak relatif datar pada perdagangan Selasa (18/08) di sesi Asia di sekitar 1,1575–1,1580 setelah sebelumnya terkoreksi tipis dari level tertinggi dua bulan. Euro masih mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan ECB, tetapi Penguatan Dolar AS mulai membatasi ruang kenaikan pasangan mata uang tersebut.
Tekanan terhadap Dolar sebelumnya meningkat setelah data inflasi AS yang lebih lunak dan pelemahan belanja konsumen membuat Pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kondisi tersebut sempat membawa Dollar Index ke level terendah sejak pertengahan Juni.
Namun, lonjakan harga Minyak kembali menghidupkan kekhawatiran inflasi. Ketegangan AS-Iran dan belum pulihnya aktivitas di Selat Hormuz menjaga premi risiko energi tetap tinggi. Jika harga Minyak terus naik, tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat dan membuat The Fed mempertahankan opsi kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.
Sentimen geopolitik turut menopang permintaan terhadap Dolar sebagai aset safe haven. Presiden Donald Trump menegaskan AS tidak berniat memperpanjang memorandum kesepahaman dengan Iran yang telah berakhir, sekaligus kembali menyampaikan sikap keras terkait Selat Hormuz dan Oman.
Di sisi lain, euro masih mendapat penopang dari meningkatnya ekspektasi bahwa European Central Bank dapat menaikkan suku bunga satu kali lagi sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Perbedaan ekspektasi kebijakan antara ECB dan The Fed membuat EUR/USD tetap mampu bertahan dekat level tertinggi dua bulan.
Analisis Newsmaker: EUR/USD saat ini berada dalam tarik-menarik antara ekspektasi ECB yang masih hawkish dan Dolar yang kembali mendapat dukungan dari kenaikan Minyak serta risiko geopolitik. Fokus berikutnya tertuju pada risalah FOMC Rabu, yang berpotensi menentukan apakah Dolar melanjutkan rebound atau euro kembali menguji area tertinggi sebelumnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.