Pound Tertahan, BoE Jadi Fokus
Poundsterling bergerak stabil pada perdagangan Selasa (21/07) setelah melemah selama tiga hari berturut-turut. GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3430 pada sesi Asia, setelah sebelumnya sempat mendekati level tertinggi dua bulan di area 1,3550.
Pergerakan pound masih dipengaruhi oleh perbedaan ekspektasi kebijakan antara Bank of England dan Federal Reserve. Pasar menilai arah suku bunga di Inggris dan Amerika Serikat akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, tenaga kerja, dan daya tahan ekonomi masing-masing negara.
Di Inggris, investor menunggu rilis data tenaga kerja, inflasi, dan penjualan ritel untuk melihat apakah BoE masih perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Harga Minyak yang tetap tinggi juga menjaga kekhawatiran inflasi, sehingga peluang BoE menahan kebijakan ketat masih terbuka.
Sentimen politik turut menjadi perhatian setelah Andy Burnham resmi naik sebagai Perdana Menteri Inggris. Pasar kini mencermati strategi fiskal Pemerintah baru, termasuk pilihan kabinet dan calon menteri keuangan yang akan menentukan arah kebijakan anggaran Inggris.
Dari Amerika Serikat, data ekonomi masih memberi sinyal campuran bagi Dolar AS. Inflasi yang mulai melunak menahan Penguatan Dolar, tetapi ketegangan geopolitik dan risiko energi masih memberi dukungan safe haven terhadap greenback.
Dampaknya ke market, GBP/USD berpotensi bergerak sideways dalam jangka pendek selama Pasar menunggu sinyal baru dari data ekonomi Inggris dan arah kebijakan BoE. Jika data Inggris kuat dan Dolar melemah, pound bisa mencoba rebound. Namun, jika risiko geopolitik kembali menguat dan Dolar mendapat dukungan safe haven, GBP/USD berisiko kembali tertekan.(asd)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.