Dolar Australia Tetap Tertekan

Dolar Australia masih bergerak lemah terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis sesi Asia. AUD/USD melanjutkan pelemahan untuk hari kedelapan berturut-turut dan bergerak di sekitar level 0,6900. Tekanan ini terjadi meskipun data tenaga kerja Australia menunjukkan hasil yang cukup kuat.
Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran Australia turun menjadi 4,4% pada Mei dari 4,5% pada April, sesuai dengan ekspektasi Pasar. Jumlah pekerjaan juga bertambah 40.300, lebih tinggi dari perkiraan sekitar 25.000. Angka ini menjadi sinyal bahwa Pasar tenaga kerja Australia masih cukup solid setelah sebelumnya kehilangan 40.700 pekerjaan pada bulan April.
Namun, detail data menunjukkan pemulihan tenaga kerja belum sepenuhnya kuat. Sebagian besar tambahan pekerjaan berasal dari sektor paruh waktu yang naik 35.200, sementara pekerjaan penuh waktu hanya bertambah 5.200. Artinya, headline data terlihat positif, tetapi kualitas pemulihan masih menyimpan catatan karena pertumbuhan pekerjaan lebih banyak ditopang oleh part-time job.
Tekanan terbesar bagi AUD/USD datang dari Penguatan Dolar AS. Pasar semakin yakin Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada akhir tahun setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan fokus pada pengendalian inflasi. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS membuat greenback lebih menarik, sehingga Dolar Australia sulit mendapat dorongan meskipun data domestiknya membaik.
Investor kini menunggu data inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat. Jika data PCE menunjukkan inflasi masih panas, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bisa semakin kuat dan AUD/USD berisiko kembali melemah. Namun, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, Dolar AS bisa terkoreksi dan membuka peluang rebound teknikal bagi Dolar Australia.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.