Dolar Menguat, Pasar Tunggu Data PCE
Indeks Dolar AS bergerak di sekitar level 101 pada perdagangan Selasa (23/06), bertahan dekat level tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan ini terjadi saat pelaku Pasar mencermati perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sambil tetap memperhatikan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed pada tahun ini.
Sentimen Pasar mendapat dorongan setelah Washington memberikan izin sementara selama 60 hari kepada Tehran untuk menjual Crude Oil ke Pasar internasional. Kebijakan ini meningkatkan harapan bahwa pasokan Minyak global dapat pulih lebih cepat, terutama dari kawasan Teluk Persia. Jika pasokan energi membaik, tekanan inflasi dari harga Minyak berpotensi mereda.
Namun, Dolar AS tetap kuat karena Pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan sikap hawkish. Pekan lalu, bank sentral AS memberi sinyal bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama, bahkan proyeksi inflasi juga direvisi naik. Kondisi ini membuat ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat, sehingga Dolar mendapat dukungan tambahan.
Sejumlah lembaga besar seperti Deutsche Bank dan BofA Global Research bahkan telah memperbarui proyeksinya dengan memasukkan peluang kenaikan suku bunga pada September. Kini, perhatian investor tertuju pada laporan Personal Consumption Expenditures atau PCE pekan ini, yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk melihat apakah tekanan harga masih kuat atau mulai mereda. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.