USD/CHF Menguat, Franc Tertekan oleh Risk-Off dan Inflasi

USD/CHF melanjutkan kenaikan untuk hari kedua dan diperdagangkan di sekitar 0,7970 pada sesi Asia Senin (06/8). Dolar AS menguat karena permintaan safe haven meningkat setelah militer Israel melaporkan rudal yang diluncurkan dari Yaman ke wilayah Israel berhasil dicegat.
Ketegangan kawasan kembali menjadi sorotan setelah laporan menyebut sirene serangan udara terdengar di Tel Aviv. Serangan dari Yaman, yang dikaitkan dengan kelompok Houthi yang didukung Iran, mempertegas bahwa eskalasi di Timur Tengah belum mereda dan kembali menekan sentimen risiko global.
Dari sisi AS, dukungan Dolar juga datang dari data tenaga kerja yang kuat. NFP Mei bertambah 172 ribu dengan pengangguran tetap 4,3%, memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve punya ruang mempertahankan kebijakan ketat lebih lama—bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi bertahan.
Sebaliknya, franc Swiss melemah setelah inflasi Swiss Mei hanya 0,6%, di bawah perkiraan 0,8%. Data ini menurunkan ekspektasi pengetatan SNB dan membuat Pasar semakin yakin suku bunga Swiss akan bertahan sangat rendah dalam periode lebih panjang.
Kombinasi “risk-off mendorong USD” dan “inflasi Swiss yang lembek menahan CHF” membuat USD/CHF tetap ditopang dalam jangka pendek. Arah berikutnya akan sangat dipengaruhi headline Timur Tengah serta sinyal lanjutan dari Fed dan SNB terkait inflasi dan suku bunga.(asd)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.