Nikkei
Ekuitas Jepang menguat pada hari Kamis (15/2), didorong oleh kenaikan saham eksportir karena yen tetap berada di dekat level lemahnya dan perusahaan-perusahaan teknologi mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi. Indeks Topix naik 0,3% ke level 2.591,85 pada penutupan pasar. Indeks Nikkei naik 1,2% pada level 38,157.94 sekitar 1.9% dari melampaui rekor penutupannya di 38,915.87 yang dicapai pada tahun 1989.
Hang Seng
Saham-saham Hong Kong berkahir dengan catatan gain pada Kamis (15/2), yang mengikuti reli di Wall Street yang dipicu oleh sejumlah laporan pendapatan yang baik, serta perhatian beralih ke rilis data inflasi AS yang baru. Indeks Hang Seng naik 0,4% atau 65,25 poin menjadi 15.944,63. Sementara pasar saham di Tiongkok daratan ditutup untuk hari libur nasional.
Emas
Emas berjangka naik pada hari Kamis (15/2) karena dolar terus melemah setelah melonjak pada hari Selasa setelah sebuah laporan menunjukkan inflasi AS naik lebih dari perkiraan pada bulan Januari. Emas untuk pengiriman bulan April ditutup naik US$10,60 menjadi menetap di US$2.014,90 per ons. Kenaikan terjadi ketika dolar melemah bahkan ketika Amerika Serikat melaporkan klaim pengangguran awal minggu lalu turun menjadi 212.000, turun dari 218.000 minggu lalu dan di bawah ekspektasi 220.000 klaim baru, menurut Marketwatch. Laporan tersebut merupakan laporan terbaru yang menunjukkan perekonomian AS terus memanas meskipun tingkat suku bunga tinggi, sehingga memupus harapan Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunganya.
Minyak
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (15/2), rebound dari pelemahan awal setelah Badan Energi Internasional mengatakan pasokan baru kemungkinan akan meningkat melebihi permintaan tahun ini, mendorong persediaan lebih tinggi, karena investor memilih untuk menambah risiko di tengah pelemahan dolar dan perekonomian yang bearish. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Maret ditutup US$1,39 menjadi US$78,03 per barel, sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman April, yang menjadi patokan global, terakhir terlihat naik US$1,25 menjadi US$82,85.