USD/JPY Naik ke 153,70, Yen Melemah

USD/JPY menguat dan bertahan di atas area support penting 152,00, dengan harga bergerak naik ke sekitar 153,70 pada sesi Eropa Rabu. Kenaikan pasangan ini terjadi karena Yen Jepang melemah terhadap mayoritas mata uang utama, seiring munculnya ekspektasi belanja fiskal besar dari pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Pasar menilai rencana belanja besar berpotensi mendorong defisit fiskal lebih tinggi, yang secara teori dapat mengurangi daya tarik mata uang domestik. Kekhawatiran ini ikut menekan Yen karena investor melihat risiko pembiayaan belanja dapat memperlebar tekanan pada kondisi fiskal Jepang.
Spekulasi belanja besar menguat setelah data menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh lebih lambat dari perkiraan. PDB flash kuartal IV tercatat hanya 0,1%, di bawah perkiraan 0,4%. Meski begitu, data ini menandai Jepang kembali mencatat pertumbuhan setelah sempat kontraksi 0,7% pada kuartal III 2025.
Ke depan, perhatian Pasar akan mengumumkan pada rilis National CPI Jepang untuk Januari yang dijadwalkan terbit Jumat. Inflasi inti (CPI ex. Makanan Segar) diperkirakan naik 2,0% per tahun, melambat dari 2,4% pada bulan Desember-data ini berpotensi menjadi pemicu besar berikutnya untuk arah Yen.
Di sisi lain, Dolar AS bergerak menguat menjelang rilis Risalah Rapat FOMC dari pertemuan kebijakan Januari pada 19:00 GMT. Kombinasi faktor Jepang (fiskal, PDB, CPI) dan faktor AS (risalah The Fed) membuat pergerakan USD/JPY berpotensi tetap sensitif dalam beberapa sesi ke depan. (asd)
Sumber : Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.