Dolar Australia menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada Rabu (28/10), dengan AUD/USD naik sekitar 0,15%. Penguatan didorong data inflasi Australia yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga pasar kembali meningkatkan ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) masih berpotensi menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Inflasi bulanan Australia meningkat 0,8%, lebih tinggi dari perkiraan 0,7% dan pembacaan sebelumnya 0,4%. Sementara itu, tekanan inflasi pada kuartal III meningkat 1,3%, lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 0,6% pada kuartal sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat TD Securities memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Kenaikan tersebut diperkirakan menjadi langkah terakhir dalam siklus pengetatan, dengan inflasi yang lebih kuat menjadi alasan utama bagi RBA untuk kembali bertindak.

Di sisi lain, dolar AS bergerak kuat menjelang keputusan The Fed. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga dengan peluang kenaikan pada pertemuan kali ini di bawah 10%, tetapi Deutsche Bank memperkirakan komunikasi The Fed akan tetap hawkish karena inflasi terbaru masih mendukung kemungkinan pengetatan lanjutan.

Analisis Newsmaker: AUD mendapat dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, tetapi penguatannya berpotensi tertahan jika The Fed memberikan sinyal hawkish. Dengan demikian, arah AUD/USD akan sangat bergantung pada seberapa jauh perbedaan ekspektasi kebijakan RBA dan The Fed berkembang setelah kedua bank sentral memberikan sinyal kebijakannya. (srh)

Sumber: Newsmaker.id