Mata uang euro kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap gejolak politik dan kondisi keuangan Prancis. Pasangan EUR/USD turun ke sekitar 1,1225 pada awal sesi Asia, bergerak di bawah level 1,1250. Gelombang demonstrasi yang belum mereda serta meningkatnya risiko terhadap anggaran pemerintah Prancis membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam memegang mata uang Eropa.
Ketegangan di Prancis diperkirakan masih berlanjut setelah pemerintah bersiap menghadapi gelombang demonstrasi baru pada akhir pekan. Otoritas Prancis dilaporkan berencana mengerahkan sebagian personel militer untuk membantu menjaga keamanan, sementara Perdana Menteri Sébastien Lecornu menyatakan pembatasan aktivitas malam hari dapat kembali diberlakukan di wilayah yang membutuhkan. Situasi tersebut menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas politik dan fiskal Prancis, sehingga tekanan terhadap euro berpotensi berlangsung lebih lama.
Dari Amerika Serikat, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) turut membatasi penguatan euro. Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya tidak memberikan petunjuk pasti mengenai keputusan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Berdasarkan CME FedWatch dalam laporan tersebut, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober diperkirakan hanya 16,1%. Namun, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan bunga pada Desember lebih dari 90%, sehingga dolar AS tetap mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter yang ketat.
Ke depan, pergerakan EUR/USD akan bergantung pada perkembangan situasi Prancis, kekuatan dolar AS, serta pernyataan pejabat European Central Bank (ECB), termasuk Presiden Christine Lagarde, yang dijadwalkan berbicara hari ini. Jika ketidakpastian politik Prancis terus meningkat dan pasar tetap memperkirakan kenaikan suku bunga AS pada Desember, euro berisiko melanjutkan pelemahan. Sebaliknya, meredanya gejolak Eropa atau melemahnya ekspektasi pengetatan The Fed dapat membuka peluang pemulihan. Kawasan 1,1200 kini menjadi level psikologis yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah tekanan terhadap euro akan semakin dalam.
Sumber: Newsmaker.id