Yen Jepang melemah tajam pada perdagangan Jumat (18/9), menyentuh level terendah sejak awal September setelah keputusan Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga dinilai belum memberikan sinyal pengetatan yang cukup agresif. Pasangan USD/JPY bergerak di sekitar 157,14, naik sekitar 0,8%, mencerminkan tekanan jual terhadap yen setelah investor melakukan aksi ambil untung pasca keputusan BoJ.

BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui keputusan suara 7-2. Namun, langkah tersebut justru memicu pelemahan yen karena pasar melihat adanya perbedaan pandangan di dalam bank sentral Jepang. Dua anggota dewan memilih mempertahankan suku bunga, sehingga ekspektasi terhadap kenaikan lanjutan yang cepat menjadi berkurang.

Pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda juga menjadi perhatian pasar. Ueda menegaskan bahwa bank sentral masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan terkait kebijakan berikutnya dan akan bergantung pada perkembangan inflasi serta kondisi ekonomi. Namun, ia juga menekankan bahwa BoJ tidak akan melakukan pengetatan secara agresif yang berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pertumbuhan Jepang.

Data ekonomi terbaru turut membatasi dukungan terhadap yen. Inflasi inti Jepang pada Agustus tercatat naik 1,7% secara tahunan, sedikit di bawah ekspektasi pasar 1,8%. Angka tersebut membuat pasar melihat belum adanya tekanan inflasi yang cukup kuat untuk mendorong BoJ mempercepat kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari sikap hawkish Federal Reserve. Indeks dolar AS bertahan di sekitar level 100,23 setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih terbuka. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan juga meningkat seiring harga energi yang masih tinggi dan Brent bertahan di atas US$104 per barel.

Analisis Newsmaker: Pelemahan yen menunjukkan bahwa pasar tidak hanya melihat besarnya kenaikan suku bunga, tetapi juga arah kebijakan bank sentral setelahnya. Meskipun BoJ mulai melakukan normalisasi kebijakan, sikap hati-hati Kazuo Ueda membuat pasar belum yakin terhadap laju kenaikan berikutnya. Dalam jangka pendek, pergerakan USD/JPY akan sangat bergantung pada perbedaan kebijakan antara BoJ dan The Fed, terutama jika dolar tetap kuat akibat ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. (arl)

Sumber : Newsmaker.id