Perak Sideways, Risiko “Higher for Longer” Menguat

Harga Perak relatif stabil pada Selasa (7/4) setelah dua sesi melemah, dengan XAG/USD terakhir diperdagangkan di sekitar US$72,8–US$72,9 per troy ounce.
Pelaku Pasar menimbang ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menargetkan infrastruktur sipil Iran—termasuk pembangkit listrik dan jembatan—jika syaratnya tidak dipenuhi hingga Selasa pukul 20.00 ET, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz. Isu ini menutup ruang pemulihan meski terdapat sinyal diplomasi terkait potensi jeda konflik lewat mediator.
Dari sisi fundamental, lonjakan harga energi selama perang meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat skenario suku bunga tinggi lebih lama. Kanal ini biasanya menekan logam tanpa imbal hasil seperti Perak, karena biaya peluang memegang aset non-yielding meningkat ketika yield tetap tinggi. Pasar kini menanti sinyal berikutnya dari komunikasi The Fed, terutama rilis notulen FOMC dan data inflasi, untuk menilai apakah tekanan harga dari energi akan menunda pelonggaran kebijakan lebih lanjut. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.