EUR/USD Berbalik Arah Setelah Lima Hari Turun, Didorong Harapan Perdamaian di Iran
Pasangan EUR/USD menarik pembeli setelah mengalami penurunan lima hari berturut-turut, dan sedikit menguat menuju level 1.1475 selama sesi perdagangan Asia pada hari Selasa (31/3). Penguatan ini terjadi karena Dolar AS (USD) sedikit melemah, seiring dengan harapan akan berakhirnya perang yang telah berlangsung sebulan di Timur Tengah. Kenaikan ini mencerminkan perubahan sentimen Pasar seiring dengan laporan yang menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump siap untuk mengakhiri perang meskipun Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup.
Pada saat penulisan, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar terhadap enam mata uang utama, sedikit turun dan diperdagangkan di sekitar level 100,40. Ekspektasi perdamaian dalam perang di Timur Tengah, yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, semakin meningkat setelah Trump menyatakan bahwa ia bersedia mengakhiri perang tersebut. Laporan Wall Street Journal menunjukkan bahwa Trump siap untuk mencapai perdamaian meskipun Selat Hormuz tetap tertutup, dengan tujuan menghindari perluasan misi militer melebihi batas waktu empat hingga enam minggu yang telah ditetapkan.
Penutupan terus-menerus Selat Hormuz, yang menyuplai hampir 20% energi global, diperkirakan akan membatasi potensi kenaikan harga Minyak. Ini berpotensi menjaga proyeksi inflasi global tetap tinggi, yang dapat menjadi salah satu alasan mengapa Dolar AS sedikit melemah. Meskipun Dolar AS telah menguat dalam beberapa minggu terakhir karena harapan bahwa ekspektasi inflasi yang tidak terkendali akan mencegah Federal Reserve (Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat, sentimen Pasar kini berubah karena harapan akan penyelesaian damai di kawasan tersebut.
Namun, harga Minyak yang lebih tinggi diperkirakan tetap menjadi hambatan utama bagi euro (EUR), mengingat zona euro adalah pengimpor energi bersih. Kenaikan harga Minyak akan semakin memberatkan perekonomian Eropa, yang sudah berjuang dengan masalah inflasi dan ketegangan ekonomi. Oleh karena itu, meskipun USD tertekan oleh harapan perdamaian, dampak dari harga energi tetap akan membebani mata uang euro.
Di sisi makroekonomi, investor kini menantikan rilis data Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Eurozone untuk bulan Maret yang akan dipublikasikan pada pukul 09:00 GMT. HICP diperkirakan akan mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 2,7% YoY, berbanding dengan angka sebelumnya sebesar 1,9%. Angka ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah inflasi di zona euro dan bisa berpotensi mempengaruhi pergerakan EUR/USD lebih lanjut.
Ke depan, para trader harus memperhatikan perkembangan lebih lanjut terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran. Selain itu, data inflasi dari zona euro dan keputusan kebijakan dari Bank Sentral Eropa (ECB) akan memainkan peran penting dalam menentukan arah EUR/USD. Pergerakan harga Minyak dan reaksi Pasar terhadap langkah-langkah kebijakan Fed juga akan tetap menjadi faktor krusial yang perlu dicermati. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.