Dolar Menguat Jelang Akhir Pekan, Pasar Tetap Waspada Hormuz

Dolar AS menguat pada Jumat (27/3) dan berada di jalur kenaikan bulanan terkuat dalam hampir satu tahun, ditopang arus safe haven ketika perang di Timur Tengah makin intens dan harapan de-eskalasi memudar. Indeks Dolar (DXY) naik 0,3% ke 100,17 dan telah menguat 2,57% sepanjang Maret, menempatkannya pada performa bulanan terbaik sejak Juli 2025. Dorongan Dolar juga diperkuat oleh perubahan ekspektasi suku bunga, ketika Pasar makin membuka peluang kenaikan suku bunga AS tahun ini.
Yen menjadi mata uang yang paling tertekan. USD/JPY naik dan menembus 160 untuk pertama kali sejak Juli 2024, terakhir berada di 160,35 (+0,34%), level yang kembali memunculkan spekulasi intervensi otoritas Jepang. Tekanan pada yen datang dari kombinasi Penguatan Dolar, lonjakan yield Obligasi Jepang, dan kerentanan Jepang terhadap kenaikan harga energi karena ketergantungan impor yang tinggi. Yen juga tercatat turun 2,74% sepanjang Maret.
Di G10 lainnya, euro naik tipis 0,17% ke $1,1509, sementara sterling turun untuk sesi keempat berturut-turut, melemah 0,48% ke $1,3268. Dolar Australia turun 0,2% ke $0,687 setelah menyentuh level terendah dua bulan, dan telah turun sekitar 3% sejak perang dimulai—mencerminkan tekanan pada mata uang pro-siklus saat volatilitas energi dan risk aversion meningkat.
Pasar tetap waspada menjelang akhir pekan di tengah sinyal diplomasi yang saling bertentangan. Iran disebut akan merespons proposal damai AS, dengan Washington mengantisipasi kontra-proposal. Namun, IRGC menegaskan larangan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi kapal terkait sekutu AS dan Israel, sementara laporan menyebut Pentagon mempertimbangkan penambahan hingga 10.000 pasukan darat—membebani harapan penyelesaian cepat. Di Pasar Obligasi, yield AS kembali naik tipis setelah lonjakan sebelumnya: yield 2-tahun di 3,914% dan yield 10-tahun naik 2,2 bps ke 4,438%, menegaskan transmisi utama saat ini: risiko geopolitik dan energi mengangkat premi inflasi, mendorong repricing suku bunga, dan menopang Dolar. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.