Yen Loyo di Tengah Efek Perang, Dolar Rebut Safe Haven
Dolar AS menguat terhadap yen pada Jumat (27/3) dan menembus 160 yen untuk pertama kalinya sejak Juli 2024, level yang kembali memunculkan spekulasi intervensi otoritas Jepang. USD/JPY terakhir naik 0,22% ke 160,15, berada di area yang dinilai pelaku Pasar bisa memicu langkah stabilisasi bila pelemahan yen dinilai berlebihan.
indeks Dolar (DXY) juga menguat 0,17% ke 99,85 dan berada di jalur kenaikan bulanan terkuat dalam hampir satu tahun. Permintaan terhadap Dolar didorong arus safe haven terkait perang di Timur Tengah, dengan investor memilih greenback ketimbang aset lindung nilai tradisional seperti Emas atau Obligasi Pemerintah.
Tekanan pada yen dan Obligasi Pemerintah Jepang telah bertahan berbulan-bulan, seiring dorongan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif untuk menopang ekonomi yang dinilai memperumit upaya Bank of Japan menaikkan suku bunga secara bertahap. Sejak perang dimulai, yen telah melemah lebih dari 2% terhadap Dolar, terbebani kondisi fiskal Jepang yang rapuh dan ketergantungan tinggi pada impor energi. Otoritas Tokyo berulang kali menyatakan siap bertindak; intervensi terakhir terjadi pada Juli 2024 saat yen mendekati 161 per Dolar, level terlemah sejak era 1980-an. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.