Jobless Claims Turun, Dolar AS Dekati Puncak 4 Pekan
Dolar AS kembali mendapat dukungan pada perdagangan hari Kamis (19/2) setelah data tenaga kerja mingguan menunjukkan Pasar kerja tetap solid. Initial jobless claims turun ke 206.000 untuk pekan yang berakhir 14 Februari, jauh di bawah perkiraan dan turun dari revisi minggu sebelumnya.
Penguatan data itu membuat Pasar makin hati-hati memasang skenario pemangkasan suku bunga agresif tahun ini, apalagi risalah FOMC sebelumnya menegaskan nada yang cenderung ketat (hawkish) dan menunjukkan perbedaan pandangan di internal bank sentral. Alhasil, US Dollar Index (DXY) bergerak di area tinggi: 97,90 (naik sekitar 0,20%), mendekati zona puncak beberapa pekan terakhir.
Di Pasar major, EUR/USD berada di 1,17699 (-0,15%), sementara pelaku Pasar masih sensitif terhadap kombinasi faktor Dolar yang kuat dan dinamika Eropa (termasuk rumor/isu seputar arah kebijakan ECB).
Pound juga cenderung berat: GBP/USD di 1,34586 (-0,28%), sejalan dengan narasi Pasar yang menilai data Inggris dan prospek kebijakan moneter belum cukup kuat untuk menandingi dorongan Dolar dalam jangka pendek.
Di Asia, USD/JPY menguat tipis ke 154,896 (+0,15%), sedangkan AUD/USD bertahan di 0,70538 (+0,44%) meski momentumnya tidak sekencang pekan lalu. Untuk Dolar Kanada, USD/CAD berada di 1,37000 (+0,01%), menjaga bias naik ringan.
Fokus Pasar berikutnya mengarah ke rilis data Jumat—terutama Core PCE, estimasi awal GDP kuartal IV, dan PMI awal—yang akan menentukan apakah DXY mampu bertahan di atas area tinggi ini atau mulai terkoreksi bila data membuka kembali ruang “cut rate” lebih cepat. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.