Yen bergerak di sekitar ¥151,7 per Dolar pada Rabu(22/10), setelah lonjakan volatil sebelumnya. Pasar masih mencerna terpilihnya Sanae Takaichi sebagai perdana menteri baru Jepang dan susunan kabinetnya-termasuk Satsuki Katayama sebagai menteri keuangan, yang dinilai bisa lebih pro-Penguatan yen. Ekspektasinya: Pemerintah mendorong stimulus fiskal, sementara BOJ tetap hati-hati agar tidak terlalu cepat menaikkan suku bunga. Kombinasi “fiskal longgar + moneter hati-hati” cenderung menahan Penguatan yen dalam jangka pendek.
Dari data terbaru, ekspor Jepang naik 4,2% yoy pada September dan impor naik 3,3%, menandakan permintaan eksternal membaik, meski neraca masih defisit tipis bulan itu. Untuk arah selanjutnya, Pasar menunggu sinyal BOJ-banyak analis memundurkan perkiraan kenaikan suku bunga berikutnya ke awal tahun depan-serta langkah awal kabinet Takaichi. Jika BOJ tetap gradual dan fiskal akomodatif, level 150-152 berpotensi tetap jadi area tarik-menarik untuk USD/JPY dalam waktu dekat. (az)
Sumber: newsmaker.id