Harga emas bertahan dekat level tertinggi bulanan di $3.395 per ounce, didukung meningkatnya permintaan aset aman menjelang tenggat tarif AS 1 Agustus. Pernyataan Gedung Putih bahwa Presiden Trump mungkin akan mengeluarkan lebih banyak surat tarif sepihak meningkatkan ketidakpastian pasar. Dolar AS melemah 0,5% di sesi sebelumnya, membuat emas lebih menarik secara relatif bagi pembeli global.
Sementara itu, pasar terus mencermati prospek suku bunga The Fed menjelang keputusan pekan depan. Meskipun probabilitas penurunan suku bunga tetap rendah, ekspektasi pasar masih mengarah pada pemangkasan total sekitar 46 bps hingga akhir tahun. Yield rendah mendukung daya tarik emas, yang tahun ini telah naik lebih dari 25% seiring meningkatnya risiko geopolitik dan kebijakan perdagangan agresif AS.
Sumber: Newsmaker.id