Indeks Nikkei 225 turun 0,3% menjadi di bawah 39.500, sementara Indeks Topix yang lebih luas melemah 0,2% menjadi 2.817 pada hari Senin(14/7). Indeks Nikkei mencapai level terendah dalam lebih dari dua minggu karena ketegangan perdagangan yang kembali membebani sentimen.
Penurunan ini menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang tarif 30% untuk impor dari Uni Eropa dan Meksiko, yang akan berlaku mulai 1 Agustus. Sebagai tanggapan, Uni Eropa dilaporkan sedang mengintensifkan perundingan dengan negara-negara lain yang terdampak, termasuk Kanada dan Jepang, untuk menjajaki kemungkinan langkah-langkah terkoordinasi.
Di sisi domestik, pesanan mesin inti Jepang turun 0,6% secara bulanan menjadi ¥913,5 miliar di bulan Mei. Meskipun masih mengalami penurunan, angka tersebut menunjukkan perbaikan dari penurunan tajam sebesar 9,1% di bulan April dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,5%. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan adalah saham-saham utama di indeks: Lasertec (-2,2%), Sanrio (-4,4%), Mitsubishi UFJ (-1,2%), Tokyo Electron (-1,4%), dan SoftBank Group (-1%). (azf)
Sumber: Trading Economics