Harga emas bertahan dalam tren penurunan setelah gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Israel meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga menekan permintaan aset safe haven. Emas diperdagangkan nyaris tak berubah di kisaran $3.325 per ons pada awal sesi Asia, setelah ditutup turun 1,3% sehari sebelumnya. Meskipun konflik mereda, ketidakpastian global, ketegangan perdagangan, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap menjadi faktor pendukung harga emas yang telah naik 27% sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, kepercayaan konsumen AS yang melemah pada Juni menambah kekhawatiran pasar terhadap dampak ekonomi dari kebijakan tarif Presiden Trump. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa The Fed mungkin kembali melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan mendatang, meski Ketua Jerome Powell masih bersikap hati-hati. Suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Saat ini, emas bergerak dalam kisaran konsolidasi $3.300-“$3.400, dengan pasar tetap waspada menanti arah kebijakan moneter selanjutnya.(ayu)

Sumber: Newsmaker.id