A female employee smiles in traditional Japanese kimono among colleagues at Tokyo Stock Exchange as they start the New Year's first trading in Tokyo, Monday, Jan. 5, 2009. Japanese stocks opened the year stronger, with the benchmark index jumping to a 2-month high Monday, lifted by optimism over a U.S. economic stimulus plan. Friday's rally on Wall Street also buoyed confidence. In a shortened half-day session, the Nikkei 225 stock average gained 183.56 points, or 2.1 percent, to 9,043.12, its first finish above the 9,000-point line since Nov. 10. (AP Photo/Katsumi Kasahara)

Saham-saham di Jepang naik akibat pelemahan yen setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan agar tidak berasumsi bahwa pemotongan suku bunga besar akan terus berlanjut. Investor menunggu keputusan Bank of Japan pada hari Jumat (20/9).

Indeks acuan Topix naik 2,2% pada pukul 9:26 pagi di Tokyo, level intraday tertinggi sejak 4 September. Eksportir mobil dan elektronik merupakan kontributor terbesar untuk indeks tersebut. Indeks Saham Nikkei 225 naik 2,4%.

Yen menghapus kenaikan yang dipicu oleh keputusan Fed untuk memangkas suku bunga acuannya setengah poin persentase. Powell memberi isyarat pada konferensi pers setelah pengumuman bahwa tidak terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan. Yen berada pada level 143,18 per dolar, setelah terapresiasi ke 140,45.

“Untuk ekuitas Jepang, mungkin hasil yang ideal adalah adanya pemangkasan suku bunga besar seperti yang diharapkan tetapi yen tidak menguat,” kata Rina Oshimo, seorang ahli strategi senior di Okasan Securities. “Karena keputusan BOJ diperkirakan tidak akan berubah, perhatian kemungkinan akan terfokus pada pernyataan Gubernur Ueda selanjutnya.”

Para ekonom memperkirakan BOJ akan tetap pada pendiriannya saat pertemuan dua harinya berakhir pada hari Jumat. Saham-saham Jepang jatuh ke wilayah bear market pada awal Agustus setelah kenaikan suku bunga BOJ dan sikap agresif Gubernur Kazuo Ueda dalam pengarahannya membuat yen menguat. (frk)

Sumber: Bloomberg