Dolar Menguat Sementara Mata Uang Komoditas Melemah

Dolar AS menguat di tengah penurunan harga komoditas, yang mencapai level terendah dalam beberapa minggu pada hari Rabu (24/7) akibat melemahnya permintaan dari Tiongkok. Di sisi lain, yen Jepang menguat karena aksi penyelamatan oleh para penjual short menjelang pertemuan bank sentral.

Fokus Pada Angka Indeks Manajer Pembelian di Eropa

Pada sesi berikutnya, perhatian akan tertuju pada angka indeks manajer pembelian di Eropa untuk melihat apakah data tersebut mendukung spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga Eropa dua kali pada akhir Januari.

Euro dan Sterling Stabil di Tengah Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga

Euro bertahan pada $1,0848 dalam perdagangan Asia, sementara sterling dapat menguat jika PMI di Inggris mengejutkan dengan hasil di atas perkiraan, mengurangi spekulasi terhadap pemangkasan suku bunga, dan diperdagangkan pada $1,2901.

Proyeksi Suku Bunga dan Pergerakan Mata Uang di Jepang

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 10 basis poin sebesar 44% di Jepang minggu depan. Spekulan juga dikejutkan oleh indikasi intervensi mata uang dari Jepang, yang mempengaruhi “perdagangan carry” yang sebelumnya menguntungkan dan didanai dalam yen.

Pergerakan Mata Uang Lainnya

Dolar/yen turun hampir 1% menjadi 155,55 semalam, sebelum diperdagangkan mendekati 155,78 di awal sesi Asia. Dolar Australia menyentuh level terendah lima minggu di bawah $0,6612 pada perdagangan awal hari Rabu. Dolar Selandia Baru bertahan mendekati level terendah dua setengah bulan pada hari Selasa di $0,5951.

Indeks Dolar AS dan Stabilitas Yuan Tiongkok

Indeks dolar AS mendekati level tertinggi dua minggu pada 104,5. Yuan Tiongkok stabil di level 7,2909 dalam perdagangan luar negeri.

Prospek Data Ekonomi Mendatang

Minggu ini, perhatian akan tertuju pada data PDB AS dan PCE inti untuk menguji ekspektasi terkait kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga AS dalam sisa tahun ini. Data inflasi kuartal kedua yang akan dirilis minggu depan di Australia juga dianggap penting dalam mengukur risiko kenaikan suku bunga.


Sumber: Reuters