Minyak mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut karena tanda-tanda permintaan yang lebih kuat dan sinyal dari Federal Reserve mengenai perubahan kebijakan yang dinanti.
Minyak mentah Brent mendekati $86 per barel, sementara West Texas Intermediate mencapai $83. Data terbaru menunjukkan peningkatan konsumsi bensin dan bahan bakar jet di AS selama musim perjalanan, ditambah penurunan stok minyak mentah nasional. Ini menciptakan kondisi pasar yang lebih ketat.
Inflasi AS menurun pada bulan Juni ke tingkat terendah sejak 2021, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mulai mengurangi suku bunga. Hal ini berdampak pada dolar AS, yang diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan berturut-turut, membuat komoditas lebih menarik bagi pembeli luar negeri.
Minyak juga didorong oleh OPEC+ yang membatasi produksi untuk memperketat pasar, mengimbangi peningkatan pasokan dari negara-negara di luar kelompok tersebut. OPEC+ memperkirakan konsumsi minyak mentah global akan naik lebih dari 2 juta barel per hari, meskipunIEA mengeluarkan pandangan yang lebih hati-hati terkait perekonomian Tiongkok.
Brent untuk penyelesaian September naik 0,5% menjadi $85,79 per barel, sedangkan WTI untuk pengiriman Agustus naik 0,6% menjadi $83,15 per barel.
Sumber : Bloomberg