Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup dengan kenaikan kecil pada hari Senin (12/2), naik untuk sesi keenam berturut-turut tetapi tetap berada dalam kisaran yang kuat karena kekhawatiran atas kekerasan di Timur Tengah diimbangi oleh pasokan yang memadai dan permintaan yang lemah.
Minyak mentah WTI untuk pengiriman Maret ditutup naik US$0,08 menjadi US$76,92 per barel, sedangkan minyak mentah Brent April, yang menjadi minyak acuan global, terakhir terlihat turun US$0,25 menjadi US$81,94.
Peningkatan ini terjadi ketika Israel melancarkan perangnya melawan Hamas di kota Rafah yang padat di Gaza, sementara milisi Houthi Yaman terus menyerang kapal-kapal di Timur Tengah. Namun, menteri luar negeri Iran mengatakan dia yakin perang Israel-Hamas mengarah pada solusi diplomatik. Hal ini mengurangi kekhawatiran bahwa konflik akan menyebar ke negara penghasil minyak utama di Teluk Persia.
Lemahnya permintaan dari Tiongkok karena perekonomiannya melambat dan meningkatnya pasokan dari Amerika Serikat dan negara-negara non-OPEC+ lainnya yang mengimbangi penurunan produksi dari kartel juga membuat harga tetap berada pada kisaran yang sama.(mrv)
Sumber : MT Newswires